Rumah Pengasingan Bung Karno

Mengintip rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu

Hari minggu yang lalu saya bersama teman-teman dari Blogger Bengkulu berkesempatan untuk berkunjung ke rumah pengasingan Bung Karno dan benteng Marlborough. Kali ini, saya akan menulis tentang rumah pengasingan Bung Karno. Sebuah rumah kecil diantara gedung perkantoran yang terletak di jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu ini menjadi tempat tinggal Bung Karno dari tahun 1938 hingga tahun 1942.

Menurut penuturan dari penjaga cagar budaya rumah pengasingan Bung Karno, awalnya rumah ini didirikan pada tahun 1918 oleh pemiliknya yaitu seorang pedagang Tionghoa yang bernama Lion Bwe Seng. Rumah itu kemudian disewa oleh Belanda untuk ditinggali Bung Karno beserta keluarganya. Ini adalah kali ketiga saya mengunjungi rumah ini untuk memenuhi undangan dari Media Center Pemprov Bengkulu. Walaupun sudah tiga kali kunjungan, saya tetap ingin kembali berkunjung, apakah ini pengaruh dari sumur awet muda yang terletak di belakang rumah tersebut? Hahaha….

Ruang Kerja di rumah pengasingan Bung Karno
Ruang Kerja di rumah pengasingan Bung Karno

Saat ini rumah pengasingan Bung Karno dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi (BPCB Jambi). Kenapa Jambi? Karena wilayah BPCB Jambi meliputi Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka dan Belitung, serta Bengkulu. Rumah yang masih terjaga bentuk aslinya ini tampak terawat dengan baik. Pekarangan rumah yang dihiasi rumput hijau serta ada pohon di sekitarnya menambah keasriannya.

Rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu
Halaman depan rumah Bung Karno yang asri

Berkunjung ke tempat ini sangat mudah karena letaknya yang berada di pusat kota Bengkulu. Tiket masuknya pun sangat murah, cukup dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 2.000 per kepala saja. Nah, jika kita ingin membuat photo prewedding di tempat ini pun sudah ada tarifnya yang jelas yaitu Rp 150.000, jadi no pungli ya.. Keren kan!

BAGIAN DALAM RUMAH BUNG KARNO

Ada apa aja sih di rumah Bung Karno? Yuk kita intip bagian dalamnya. Ketika kita melangkah masuk, di bagian depan terdapat teras menuju ruang tamu yang kemudian di sebelah kanannya terdapat pintu ruang kerja Bung Karno. Imaginasi saya langsung membayangkan Bung Karno sedang duduk-duduk santai di teras ini sambil menikmati sore yang indah ditemani secangkir kopi atau teh, duh kok kayaknya nikmat banget ya hehehe.. Di ruang tamu kita akan melihat kursi dan meja tamu berbahan kayu yang biasa digunakan oleh Bung Karno, juga ada sepeda ontel yang dipajang dalam etalase kaca. Biasanya setiap pagi Bung Karno menggunakan sepeda ini untuk berkeliling kota Bengkulu.

ruang tamu rumah bung karno
Kursi tamu di rumah pengasingan Bung Karno

Ruang kerja Bung Karno memamerkan meja kerjanya beserta photo-photo beberapa bangunan hasil rancangan beliau, salah satunya yang terkenal adalah arsitektur bangunan Masjid Jamik Bengkulu. Buku-buku tebal bacaan koleksi beliau pun tertata rapi di dalam lemari kaca yang terletak di sudut ruangan ini. Ruangan kerja ini terhubung dengan kamar tidur tamu yang bersebelahan dengan kamar tidur Bung Karno. Di bagian dalam rumah terdapat dua buah kamar yang saling berhadapan, satu kamar digunakan oleh kedua anak angkat Bung Karno; Ratna Djuami dan Kartika; sementara kamar yang lain merupakan kamar tidur Bung Karno beserta istrinya saat itu (Ibu Inggit Garnasih).

ruang kerja bung karno
Tampak luar kamar kerja Bung Karno

MITOS SUMUR TUA DI RUMAH BUNG KARNO

Bagian paling belakang rumah Presiden Pertama RI ini adalah bagian favorit saya, disini terdapat semacam teras yang dijadikan tempat makan dan bersantai, juga terdapat pekarangan dan beberapa kamar tamu serta sumur tua. Pikiran saya pun melayang membayangkan saya sedang bersantai sambil melihat anak-anak berlarian di halaman belakang, jujur saja saya sangat mengidamkan memiliki rumah dengan pekarangan belakang seperti ini.

Sumur tua di bagian belakang rumah ini memiliki mitos, bagi siapa saja yang membasuh mukanya dengan air dari sumur ini maka akan awet muda dan segera mendapatkan jodohnya. Saya sendiri belum pernah mencobanya takut nanti dapat jodoh seperti Raisa, ha..ha..ha..hayal.

Nah, itulah cerita pengalaman saya saat berkunjung ke rumah pengasingan Bung Karno, apakah kamu juga sudah pernah berkunjung ke tempat ini? Share yuk kisah kamu dengan menulis komentar di bawah ini.

Bule Inggris di rumah bung karno
Saya sedang berbincang dengan wisman di rumah pengasingan Bung Karno

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog dan #NulisSerempak Warisan Sejarah Budaya Bengkulu

 

(Visited 71 times, 1 visits today)

26 opinions on “Mengintip rumah pengasingan Bung Karno di Bengkulu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *